Kreatif & Inovatif

kata kunci kegagalan adalah "HAMPIR", kata kunci motivasi adalah "NANTI", kata kunci sukses adalah "SEKARANG"

Unirea, Cerita dari Kota Kecil

Rossi Finza Noor – detiksport

Petrescu & skuadnya (AFP)

Urziceni – Bagi Unirea Urziceni lolosnya mereka ke Liga Champions musim ini merupakan sebuah berkah yang luar biasa. Banyak cerita tersembul di balik perjalanan klub asal kota kecil di Selatan Rumania itu.

Unirea datang dari sebuah kota bernama Urziceni, sebuah kota kecil yang hanya berpopulasi 17.000 penduduk. Mereka memiliki sebuah stadion bernama Tineretului yang kapasitasnya pun tak besar, hanya 7.000 tempat duduk. Stadion itu nyaris bisa menampung setengah penduduk kota.

Unirea maju ke Liga Champions usai menjuarai Liga Rumania musim lalu, mengalahkan rival mereka sekaligus raksasa “Negeri Drakula” itu, Dinamo Bucharest. Hebatnya ketika menjadi juara itu mereka baru tiga musim berada di liga utama Rumania.

Tanpa modal yang besar dan skuad yang tidak wah–bahkan untuk ukuran klub asal Rumania sekali pun–, mereka mampu menembus sampai fase grup Liga Champions. Di sini mereka tergabung dengan mereka yang jauh lebih berpengalaman di Eropa, Sevilla, Glasgow Rangers dan VfB Stuttgart.

Perjalanan mereka di Liga Champions diawali dengan kekalahan 0-2 melawan Sevilla, namun hal ini tak mengendurkan semangat mereka. Midweek ini mereka akan berhadapan dengan Stuttgart di kandang sendiri.

Mengingat stadion mereka terlampau kecil untuk menggelar pertandingan kandang, mereka pun menyewa stadion milik Steaua Bucharest. Namun demi mendatangkanbanyak penonton, Unirea punya cara tersendiri.

Mereka menurunkan harga jual tiket agar banyak orang datang berbondong-bondong datang ke stadionnya. Sebagai informasi tiket termurah pertandingan itu dijual dengan harga 4,6 euro (sekitar Rp 65 ribu). Bahkan ada beberapa tiket yang dibagikan gratis kepada anak-anak dari sekolah sepak bola.

“Datanglah ke stadion. Tiketnya murah dan jika Anda tak ingin menonton kami, setidaknya hadirlah untuk menyaksikan Marica dan rekan-rekannya,” ujar General Manager Mihai Stoica seperti dilansir Reuters. Marica yang dimaksud adalah Ciprian Marica, penyerang Stuttgart yang juga merupakan pemain timnas Rumania.

Sebagai klub kecil yang juga berasal dari kota kecil, Unirea sebenarnya telah mengalami banyak perubahan yang membuat mereka sampai bisa melangkah sejauh ini. Perubahan ini juga tak lepas dari pelatih mereka yang tak lain adalah Dan Petrescu, mantan bek Chelsea dan timnas Rumania.

Petrescu awalnya mengaku dirinya tak puas dengan kondisi skuadnya. Oleh karena itu ia pun melakukan perombakan besar-besaran. Dia diberikan kewenangan oleh petinggi klub untuk memilih sendiri pemain yang ia inginkan.

“Ketika saya datang tahun 2006 saya merasa tak puas dengan keadaan yang ada. Saya pun memutuskan untuk mengganti banyak pemain. Kami menjual 24 orang dan membeli 22 orang,” ungkap Petrescu.

“Kami mengikuti Manchester United, di mana manajer adalah orang yang memiliki keputusan akhir dalam membeli dan menjual pemain, bukan petinggi klub,” tandasnya

Filed under: SOCCER,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: