Kreatif & Inovatif

kata kunci kegagalan adalah "HAMPIR", kata kunci motivasi adalah "NANTI", kata kunci sukses adalah "SEKARANG"

SafetyBelt Motor for Kidz

mduik

“Kembali kecelakan sepeda motor merenggut korban,  seorang anak berumur sekitar 7 tahun tewas seketika akibat terlempar dari sepeda motor  di Arjawinangun – Cirebon – Jawa Barat, jumat pagi 18 Sept 2009. Mereka adalah pemudik yg menggunakan sepeda motor berboncengan bertiga, si anak duduk di depan sang ayah. Mereka melambatkan kendaraan untuk beristirahat di daerah Arjawinangun, tiba-tiba sebuah Toyota Avanza menabrak sepeda motor itu dari belakang. Si anak terlempar ke depan dengan posisi kepala menghantam aspal. Si anak tewas di tempat.” (Sumber : Jelang Siang TRANS TV)


Miris mendengar para calon penerus bangsa ini meninggal dengan cara yg mengenaskan seperti itu. bisa banyak sebab yg mengakibatkan peristiwa kecelakaan, bisa faktor cuaca, kondisi jalan, mesin, ataupun manusia. Saat berkendaraan di jalan dengan kondisi hujan lebat misalnya, akan meningkatkan resiko kecelakaan. Baik karena jalanan menjadi lebih licin dan jarak pandang lebih pendek  serta jarak pengereman membutuhkan space lebih panjang. Dari faktor jalan, menurut saya kegemaran baru Pemerintah Daerah membangun jalan cor meningkatkan resiko kecelakaan. Di Bekasi (tempat saya tinggal) hampir semua jalan baru dibangun dengan sistem cor. secara ekonomis memang lebih menguntungkan, lebih tahan lama. Secara awam, pasti kita merasakan beda ketika melaju di jalan aspal yg mulus dengan di jalanan cor. Di jalanan aspal laju kendaraan terasa lebih stabil dan mencengkram, sedang di jalanan cor terasa goyang dan labil. apalagi kalo hujan, musti ekstra hati-hati, Bro!

Jalan COR

Menurut saya, pertimbangan Pemda membangun jalan dengan  cor  adalah dari sisi ekonomis atau biaya saja. Sisi keselamatan pengguna dipinggirkan. Lebih parah lagi, garis pembatas tengah (itu loh garis putih terputus-putus yang memisahkan jalur kanan dan kiri) juga ikut hilang. Bisa dimaklumi jika dibandingkan antara anggaran yang tersedia dengan jumlah jalan yang harus dibangun. Pilihan berat buat Pemda. tapi apa bijak keselamatan pemakai jalan yang notabene adalah pembayar pajak dikesampingkan ? Satu lagi, saya menyaksikan banyak jalan cor baru yg terlalu tinggi sehingga menyisakan “jurang” di bahu jalan yang sangat rawan menyebabkan kecelakaan. Seakan Pemda mengisyaratkan “Urusan Pemda adalah mengecor jalan sebanyak mungkin, urusan keselamatan tanggung jawab pemakai jalan.”

Perawatan Kendaraan Rutin

Kalau yg ini pengalaman pribadi, Saya terjatuh dari motor karena melalaikan mengganti kabel gas. Kejadiannya sudah agak lama, pagi itu saya agak kesiangan berangkat kerja. Karena mengejar waktu, saya sedikit ngebut. Di depan ada pertigaan sehingga menyebabkan sedikit macet, Saya masih melaju dengan cukup kencang. Turunin gas sambil menginjak dan menarik rem , depan belakang. Tapi motor malah oleng dan akhirnya gubrak… Saya nyangkut di trotoar pembatas jalan. Seharusnya, saya memang seharusnya  sudah mengganti kabel gas dari beberapa hari sebelum kejadian itu. Rupanya, motor tidak bisa berhenti karena kabel gasnya macet. Pelajaran tuh, buat kita. Jangan lupa perawatan rutin kendaraan, baik mobil maupun motor. Terutama yg paling berhubungan dengan keselamatan, seperti ban botak, rem, kabel gas.

Faktor Manusia

Kembali ke topik utama mengenai tewasnya seorang anak akibat terlempar dari sepeda motor, menurut saya penyebab utamanya adalah faktor kelalaian manusia. Dalam hal ini Sang Ayah. Memaksakan diri mudik dengan motor dengan jarak yang sedemikian jauh (Jakarta – Cirebon itu lebih dari 250 km, lho!), apalagi berboncengan bertiga jelas beresiko. Lebih jelas  lagi, yang menjadi korban adalah si anak yang terlempar ke depan dari sepeda motor.

Agak berputar sedikit, mengenai kebiasaan anak saat dibonceng motor untuk jarak jauh. Ya, mereka akan tertidur. Setiap hari saya punya rutinitas yang menyenangkan yaitu mengantar jemput anak saya yg kelas 1 SD. Jaraknya lumayan jauh PP sekitar  20 km. Saat pulang sekolah jam 12 siang dia pasti tertidur dibelakang saya sambil memeluk saya dari belakang. Sangat berbahaya. Orang tertidur itu tidak bisa mengontrol diri sendiri. rawan sekali jatuh. Dan, Saya juga sering mengajak dia PP ke Karawang naik motor. Kalau  ini Anak saya tertidur pulas.

Boleh saja, mengajak anak bepergian naik sepeda motor untuk jarak jauh sekalipun. Tapi kita sebagai orang tua juga harus bijak, harus memikirkan keselamatan si buah hati. Dibonceng di depan juga pilihan yang salah, lebih aman memang, karena kita lebih bisa mengontrol dia. Tapi bagaimana dengan debu dan angin, jangan sampai anak Anda terkena bronkhitis.

Solusi bijak adalah menggunakan safety belt, yah… sabuk pengaman! SafetyBelt MotorCycle For Kids, seperti gambar di bawah ini ..P1260013-378x216

Alat ini berfungsi “mengikat” tubuh anak (boncenger) ke ayahnya (Biker). Menahan anak agar tetap stabil di tempat duduknya, si Anak tertidur pulas sekalipun. Seperti helm, Sabuk pengaman motor adalah alat safety tambahan yang berguna untuk melindungi Pengendara Sepeda Motor dari akibat kecelakaan sepeda motor, terutama untuk anak-anak.

Save The Next Generation

Mukti prayitno

send me an e-mail

http://ttandem.wordpress.com

http://www.facebook.com/pages/ttandem

Filed under: SMART BIKERS, ttandem, ,

One Response

  1. sholi mengatakan:

    saya ingin jadi agen gmn caranya,dan berapa neet harganya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: